Page 16 - EBOOK Buku Panduan PMP 25 Final
P. 16
Maret
Setitik Embun Penyejuk Ketika Tuhan Tak Dapat Dimengerti
18 Maret 2025 (pagi) (HABAKUK 1:5-11)
Bayangkanlah betapa kecewanya kita jika mengharapkan sesuatu yang baik di
hari ini, tiba-tiba yang diperoleh justru berbagai persoalan dan masalah baru yang
bertumpuk. Bagaimana mungkin memahami janji Tuhan jika yang kita minta adalah
penyelesaian masalah namun yang ditemui justru berbagai masalah baru?
Inilah yang dialami oleh Habakuk. Pada waktu itu, Yehuda yang dipimpin
Yoyakim, melakukan segala yang jahat dimata Tuhan. Walaupun sudah
diperingatkan untuk bertobat tetapi bangsa ini tetap keras kepala dan tinggal dalam
dosa-dosanya. Karena itu dalam pasal 1:2-4, Habakuk mengadu kepada TUHAN
dan memohon keadilan terhadap berbagai kejahatan yang terjadi di depan mata.
Harapan Habakuk tentunya agar TUHAN memulihkan kondisi bangsa itu. Namun
apa yang terjadi? Pada bacaan kita (ay.1-5) jawaban TUHAN sangat mengejutkan.
TUHAN justru telah siap menghukum Yehuda lewat bangsa Kasdim yang sangat
kejam. Bangsa ini terkenal bengis dan penghancur yang tak tertandingi. Mereka
adalah bangsa yang tidak mengenal Allah. Jawaban TUHAN ini semakin
membingungkan Habakuk. Dalam benaknya ia berpikir: “Jika Yehuda mau
dihukum itu layak. Tetapi mengapa Tuhan memakai bangsa Kasdim, bangsa
yang jauh lebih jahat dari bangsa Yehuda?” Kebingungannya itu ia tuangkan lagi
dalam ayat 12-13 dan mempertanyakan apa yang direncanakan TUHAN itu. Pada
bagian akhir, walau sulit mengerti apa yang TUHAN rencanakan, Habakuk-pun
percaya, sambil mengimani bahwa orang benar akan hidup oleh imannya (bd. 2:4).
Hidup ini penuh dengan misteri. Saat kita alami kesulitan kita akan
menghadapai banyak pertanyaan. Sering pula jawaban itu tidak memuaskan. Seperti
Habakuk, mari mencari TUHAN sumber segala jawaban. Andaipun jawaban TUHAN
sangat sulit dimengerti, belajarlah untuk percaya bahwa Dia selalu rancangkan
kebaikan dan bukan kejahatan. Amin
Kata Hikmat:
Jangan berpikir bahwa kita dapat mengerti semua hal. Sebab kadang beberapa bagian dari
kehidupan ini tidak dapat dimengerti. Yang harus dilakukan adalah belajar menerima kenyataan
hidup sambil percaya TUHAN mengerti dan peduli.
16
Tim Kerja Pembinaan Madya Pendeta (batch 3) -indj