Page 17 - EBOOK Buku Panduan PMP 25 Final
P. 17

Maret
     Setitik Embun Penyejuk                                   Madu Dalam Kata
     18 Maret 2025 (malam)                                      (ROMA 12: 6-8)


        Anthony de Mello dalam bukunya doa sang katak menulis  cerita  ini: Inilah

    intrik  sebuah  jemaah  Yahudi  untuk  mengetahui  ketidakmunculan  rabbinya
    setiap  minggu  pada  malam  sabat.  Mereka  menyangka  bahwa  Sang  rabby
    sedang  mengadakan  pertemuan  dengan  Yang  Mahakuasa  secara  sembunyi-
    sembunyi,  sehingga  mereka  menugaskan  salah  seorang  dari  mereka  untuk

    mengikutinya. Inilah yang dilihat petugas itu: sang rabby menyamar dengan
    pakaian petani dan melayani seorang wanita kafir yang lumpuh di rumahnya,
    membersihkan kamar dan menyiapkan makanan untuknya di hari sabat serta
    menemaninya  bercakap-cakap  hingga  larut  malam.  Ketika  mata-mata  itu
    kembali, jemaah bertanya, "Ke mana rabbi pergi? Apakah dia naik ke surga?"

    "Tidak," jawab orang itu, "Ia pergi bahkan lebih tinggi!!
        Dia  menemaninya  bercakap-cakap  sampai  jauh  malam.  Pernyataan  ini
    menyisahkan pertanyaan “apa yang mereka cakapkan?” Pasti isi percakapan

    itu  memberi  kekuatan,  penghiburan  dan  sukacita  bagi  wanita  yang  bernasib
    malang  itu.  Wanita  ini  dapat  mencicipi  madu  yang  manis,  menguatkan  dan
    memberi  kesegaran  dari  percakapan  itu.  Ternyata  ada  madu  yang  dapat
    dihasilkan  dari  perkataan,  yakni  hal-hal  positif  yang  dimunculkannya.
    Perhatikan  ay.8a  bacaan  kita:  “jika  karunia  untuk  menasihati,  baiklah  kita

    menasihati...”.  menasehati  berasal  dari  istilah  Yunani  paraklhsij  (paraklesis)
    yang  berarti  memberikan  kata  penghiburan,  pelipur  lara;  yang  memberikan
    rasa  nyaman.  Ternyata,  menyampaikan  kata-kata  penghiburan  bagi  yang
    berduka, kata-kata pembangkit semangat bagi yang putus asa dan menderita

    adalah  suatu  karunia  Tuhan  untuk  melayaniNya.  Kita  dapat  menjadi  berkat
    Tuhan bagi sesama lewat tutur kata yang baik, kepedulian yang manis bak madu
    itu.
          Mari  layani  Tuhan  dengan  talenta  dan  karunia  ini.  Hasilkan    madu  dari
    perkataan dan tindakan kita untuk kebahagiaan sesama. Ingat,.. hasilkan MADU

    bukan RACUN. AMIN.

                                               Kata hikmat
        Lonceng hanya disebut lonceng jika didentangkan; lagu disebut lagu jika

      dinyanyikan. Kasih hanya dapat terwujud apabila kepeduliaan dan kepekaan
                                       kita berikan bagi sesama

                                                                                                  17
                                                      Tim Kerja Pembinaan Madya Pendeta (batch 3) -indj
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22