Page 2 - PETUNJUK PRAKTIKUM BIOLOGI
P. 2

PETUNJUK PRAKTIKUM BIOLOGI

                            PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica)
                              TERHADAP MORTALITAS LARVA INSTAR II ULAT GRAYAK

                                                      (Spodoptera litura L.)


                        LANDASAN TEORI

                               Spodoptera litura merupakan salah satu jenis hama penting yang ditemukan
                        pada tanaman holtikultura, salah satunya adalah tanaman kacang panjang. Jenis hama

                        ini  menyerang  tanaman  kacang  panjang  pada  bagian  polongnya.  Ulat  penggerek

                        polong  menyerang  bagian  bunga  sehingga  bunga  tampak  lubang.  Serangan  pada
                        bagian bunga dan polong ini berpengaruh langsung terhadap produksi kacang panjang

                        (Hardiyanti et al., 2020). Sifat yang berasal dari S. litura yaitu polifag atau dengan
                        kata lain memiliki kisaran inang yang luas sehingga memiliki potensi menjadi hama

                        pada  berbagai  tanaman  holtikultura.  Selain  ditemukan  pada  tanaman  kedelai,  ulat
                        grayak juga dapat ditemukan salah satunya pada tanaman kacang panjang (Marwoto

                        & Suharsono, 2008). Stadium S. litura yang merusak tanaman adalah stadium larva,

                        bagian tanaman yang dirusak terutama daun. Serangan hama ini secara tidak langsung
                        akan menurunkan produksi tanaman kacang panjang.

                               Berbagai  jenis tumbuhan telah diketahui  berpotensi  sebagai  pestisida nabati
                        karena  mengandung  senyawa  bioaktif  antara  lain  saponin,  tanin,  alkaloid,  alkenyl

                        fenol,  flavonoid,  dan  terpenoid.  Beberapa  tanaman  diketahui  dapat  memberi  efek
                        mortalitas  terhadap  serangga,  sehingga  tanaman  tersebut  dapat  digunakan  sebagai

                        alternatif  insektisida  nabati  (Sa’diyah  et  al.,  2013).  Beluntas  memiliki  sifat

                        antimikroba  karena  mengandung  senyawa  fenol  hidrokuinon,  tanin,  dan  alkanoid
                        yang  merupakan  senyawa  aktif  berperan  sebagai  senyawa  antimikroba  (Khoyun,

                        2019).  Golongan senyawa aktif pada daun beluntas  yang teridentifikasi ialah  fenol

                        hidrokuinon,  tanin,  flavonoid,  alkaloid,  steroid  dan  minyak  atsiri  (Muta’ali,  2015).
                        Menurut  Utami  (2010)  bahwa  senyawa  aktif  tersebut  merupakan  golongan  yang

                        termasuk dalam golongan senyawa metabolit sekunder yakni senyawa organik yang
   1   2   3   4   5   6   7