Page 5 - PETUNJUK PRAKTIKUM BIOLOGI
P. 5
g. Hasil ekstraksi kemudian diuapkan menggunakan retory evaporator pada
suhu 65°C hingga diperoleh ekstrak murni daun beluntas.
h. Ekstrak daun beluntas yang telah diuapkan selanjutnya diletakkan pada wadah
plastik yang terbuka untuk mempercepat penguapan hingga diperoleh ekstrak
dalam bentuk pasta.
i. Menimbang ekstrak pasta daun beluntas seberat 0,50 gram menggunakan
neraca analitik.
j. Membuat larutan induk dengan melarutkan pasta daun beluntas sebanyak 0,50
gram dalam 500 ml pelarut aquades yang diukur menggunakan labu ukur.
k. Melakukan pengenceran dengan berbagai konsentrasi yaitu 50 ppm, 100 ppm,
150 ppm, 200 ppm, dan 250 ppm menggunakan persamaan sebagai berikut:
M x V = M x V
1
2
1
2
l. Meletakkan hasil pengenceran masing-masing konsentrasi ke dalam wadah
botol plastik yang telah dilabeli sebelumnya.
2. PEMBUDIDAYAAN LARVA INSTAR II ULAT GRAYAK (Spodoptera
litura)
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses
pembudidayaan larva instar II ulat grayak (S.litura).
b. Menyiapkan pakan bagi imago menggunakan larutan madu dengan
konsentrasi 10%.
c. Menangkap imago S.litura menggunakan jaring dengan cara mengayunkan
jaring dengan teknik silang (X) pada bagian permukaan tumbuhnya sawi.
d. Meletakkan imago S.litura secara hati-hati pada wadah plastik beralaskan tisu
dengan diameter ±25 cm yang sebelumnya telah berisi pakan madu 10% dan
permukaan wadah dilapisi kain kasa sebanyak 2 lapis.

