Page 24 - Sela Nur VIka _PGSD C
P. 24
6 Mohammad Hatta
Mohammad Hatta atau Bung Hatta, lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus
1902. Sebagai tokoh kemerdekaan dan wakil presiden pertama, Hatta
bersama Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17
Agustus 1945.
Bung Hatta dikenal sebagai pribadi yang sederhana, jujur, dan
berprinsip kuat dalam membela kepentingan rakyat. Pemikirannya
menjadi inspirasi bagi sistem ekonomi nasional yang berkeadilan.
Mohammad Hatta
Sebagai wakil presiden, Bung Hatta menunjukkan peran besar dalam pengambilan
keputusan dengan mengeluarkan beberapa produk hukum.
Dalam perjuangan kemerdekaan, beliau memiliki peran dalam pembentukan
Perhimpunan Indonesia, menjadi seorang pemimpin dari PUTERA yaitu Pusat Tenaga
Rakyat, menjadi seorang anggota Panitia Sembilan yang melakukan perumusan
terhadap Piagam Jakarta. Dibidang politik Mohammad Hatta adalah mengubah
demokrasi presidensial menjadi demokrasi parlementer.
Tauladan dari seorang Bung Hatta adalah teladan berbangsa dan bernegera, taat
beribadah, demokratis, pandai berorganisasi, penuh etika dan etiket, ilmuwan, ahli
ekonomi, bapak koperasi, tertib, disiplin, tepat waktu, rapi, bersahaja, jujur, bersih,
cerdas, pemikir, tenang, konsekuen dan santun.
Nilai semangat dari Bung Hatta bagi kita semua adalah memiliki jiwa kesatria, yakni
kebesaran hati yang tidak mengandung balas dendam. Seseorang yang berjiwa ksatria
berani membela kebenaran dan melawan kejahatan. Pada saat yang sama, ia juga
berbesar hati dan mengakui kelemahan.
7. Soetomo
Pembentukan Budi Utomo
Pada 20 Mei 1908, Sutomo beserta beberapa temannya seperti M.
Soewarno, M. Saleh, R. Goembrek, Goenawan Mangoenkoesoemo,
M. Soelaiman, Gondo Soewarno, M. Soeradji, dan R. Angka,
membentuk organisasi pergerakan bernama Budi Utomo dengan
Sutomo sebagai ketua.
Soetomo