Page 38 - KATALOG DIGITAL SITUS PENGGING
P. 38
M A T E R I
Riwayat Kebo Kenongo
Dari ketiga anak Handayaningrat dan Putri Campa tersebut yang paling terkenal
adalah Kebo Kenanga (Ki Ageng Pengging II) merupakan pengikut Syekh Siti Jenar
yang menganut paham Manunggaling Kawula Gusti dan menyebarkan ajaran yang
mengandung unsur mistik (tasawuf) dan masih menyerap ajaran agama kuno (hindu-
budha), sementara ajarannya dianggap menyimpang karena meniadakan hukum
syariat, seperti: sholat dianggap tidak perlu, tidak wajib beribadah di masjid/langgar,
sholat jumat tidak berguna. Ajaran mistik (tasawuf) berpangkal pada ana al-haq yang
berarti aku adalah kebenaran abadi, aku adalah Allah, memandang Tuhan berada
dalam diri manusia sehingga manusia tidak perlu lagi bersembahyang dan
menyembah Allah. Ajaran tersebut dianggap berbahaya karena dikhawatirkan dapat
mengganggu kemurnian ajaran Islam yang tengah berkembang di Jawa, khususnya
Kerajaan Demak yang menjadi Kerajaan Islam pertama di Jawa.
Info Penting
Makam Kebo Kenanga (Ki Ageng Pengging II) berada di dukuh Gedong,
Desa Jembungan. Lokasi makam Ki Ageng Pengging Handayaningrat
dengan Ki Ageng Pengging II (Kebo Kenanga) yang berjauhan, hal itu
dapat dikaitkan dengan perbedaan keyakinan antara kedua tokoh
tersebut, dimana Ki Ageng Pengging Handayaningrat memeluk agama
hindu hingga akhir hayatnya, sedangkan Ki Ageng Pengging II (Kebo
Kenanga) telah masuk agama Islam setelah kematian ayahnya. Terlihat
pula perbedaan fisik dari kedua makam, bahwa makam Ki Ageng
Pengging Handayaningrat berada dibawah pohon besar dan tidak diberi
atap pelindung. Sedangkan makam Ki Kebo Kenanga berada di dalam
pemakaman umum yang dibatasi dengan atap pelindung. Disamping
perbedaan tersebut, kedua makam tokoh itu sampai saat ini sering
dikunjungi oleh peziarah yang datang dari berbagai daerah
35
Sejarah Lokal

