Page 43 - KATALOG DIGITAL SITUS PENGGING
P. 43
M A T E R I
Riwayat Jaka Tingkir
Menurut Babad Tanah Jawa setelah Menumpas Pemberontakan
beranjak dewasa, Jaka Tingkir merantau Setelah Sultan Trenggono mangkat,
menuju ibu kota Demak bersama teman- pecah pemberontakan Arya Penangsang
teman seperguruannya, Mas Manca, Mas
Wila, dan Ki Wuragil. Sesampainya di yang sebenarnya masih kerabat Kerajaan
Demak yang menjadi Adipati Jipang. Arya
Demak, ia tinggal di rumah pamannya, Penangsang yang tak terima atas
Kyai Gandamustaka, yang merupakan kematian ayahnya kemudian membunuh
seorang perawat Masjid Demak
berpangkat lurah ganjur. ada suatu hari, Sunan Prawoto, sang pembunuh ayahnya
yang juga merupakan putra mahkota
Jaka Tingkir melakukan sesuatu yang Kerajaan Demak. Selain itu Arya
tanpa sengaja membuan Sultan Penangsang juga membunuh Pangeran
Trenggono, Raja Demak saat itu, terkesan.
Saat itu, ia sedang berdiri di tepian kolam Hadiri, suami Ratu Kalinyamat dari Jepara.
Arya Penangsang juga mengirim utusan
yang cukup besar. untuk membunuh Jaka Tingkir yang
Tiba-tiba sang paman berteriak pada Jaka waktu itu menjabat sebagai Adipati
Tingkir karena Sultan Trenggono akan
lewat. Jaka Tingkir yang terlatih dengan Pajang. Namun misi pembunuhan itu
Tak
gagal.
Ratu
berselang,
lama
sigap melompati kolam yang lebar itu. Kalinyamat (adik Sunan Prawoto),
Tanpa sengaja Sultan Trenggono melihat mendesak Jaka Tingkir untuk menumpas
sendiri kejadian itu dan terkesan akan
kemampuan Jaka Tingkir. Ia kemudian pemberontakan Arya Penangsang karena
ia yang setara dengan Adipati Jipang itu.
diangkat menjadi prajurit Demak
berpangkat lurah wiratamtama.
Atas desakan ini, Jaka Tingkir
mengadakan sayembara bahwa
Untuk melihat gambaran antara Jaka barangsiapa yang mampu membunuh
Tingkir dan Arya Penangsang, mari Arya Penangsang akan mendapatkan
kita simak video dibawah ini, tanah Pati dan Mentaok/Mataram sebagai
silahkan scan Qr Kode untuk hadiah. Sayembara itu diikuti oleh Ki
terhubung ke youtube Ageng Sela, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki
Pandjawi.
Dalam penumpasan ini, Ki Juru Martani
(kakak ipar Ki Ageng Pemanahan) berhasil
menyusun siasat cerdik sehingga
Sutawijaya (Anak Ki Ageng Pemanahan)
berhasil membunuh Arya Penangsang.
40
Sejarah Lokal

