Page 46 - KATALOG DIGITAL SITUS PENGGING
P. 46

M A T E R I













                  R. Ngabehi Yosodipuro




                            Pengging  terkenal  dengan  adanya  tokoh
                  yang  cukup  berpengaruh  dalam  perjalanan
                  sejarah  Islam  terutama  di  pedalaman  Jawa.
                  Tokoh    tersebut   adalah    Raden    Ngabehi
                  Yosodipura.    Raden    Ngabehi     Yosodipuro
                  adalah  pujangga  dari  Keraton  Surakarta
                  Hadiningrat,    R.   Ng.   Yosodipuro    masih
                  memiliki  garis  keturunan  dari  Kerajaan
                  Pajang.  Beliau  adalah  putra  dari  pasangan
                  Raden  Tumenggung  (R.T.)  Padmonegoro  dan
                  Siti  Mariyam  (Nyi  Ageng  Padmonegoro)  dan
                  lahir  pada  Tahun  1729  dengan  nama  Bagus
                  Banjar. Bagus Banjar mulai mengabdi kepada
                  Sri Paduka Kanjeng Susuhunan Paku Buwono
                  II  di  Keraton  Kartasura  saat  pecah  Geger            Gambar   Serat   Rama   Karangan
                  Pecinan.  Bersama  dengan  Pangeran  Wijil  IV            Yosodipura
                  dan  Tumenggung  Aroeng  Binang,  R.  Ng.                 Sumber: https://www.bukalapak.com/
                  Yosodipuro ikut berjasa dalam memindahkan
                  Keraton  Kasunanan  Kartasura  ke  Desa  Sala
                  yang  kemudian  menjadi  pusat  Keraton
                  Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
                                Setelah  di  Surakarta,  R.  Ng.  Yosodipuro
                  lalu  diangkat  menjadi  abdi  dalem  kadipaten
                  dan  tinggal  di  bekas  Kedung  Kol  yang
                  sekarang    disebut    Yosodipuran.    R.   Ng.
                  Yosodipuro tidak hanya mengabdi kepada PB
                  II,  namun  juga  mengabdi  pada  PB  III  dan  PB
                  IV. Empat karya R. Ng. Yosodipuro yang paling
                  tinggi  nilainya  adalah  Serat  Rama  (saduran
                  dari  Kakawin  Ramayana),  Serat  Bratayuda                Gambar Makam Yosodipura
                  (saduran  dari  Kakawin  Bharatayuddha),  Serat            Sumber:
                  Mintaraga  (saduran  dari  Kakawin  Arjuna                 https://pariwisatasolo.surakarta.go.id/
                  Wiwaha),    dan    Serat   Arjuna    Sasrabahu
                  (saduran  dari  Kakawin  Arjuna  Wijaya),  yang
                  digubah dalam bentuk syair macapat dengan
                  bahasa Jawa baru.







       43
                  Sejarah Lokal
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51