Page 47 - KATALOG DIGITAL SITUS PENGGING
P. 47
M A T E R I
D. PENINGGALAN FISIK PENGGING MASA ISLAM
1. Masjid Ciptomulyo
Masjid Cipto Mulyo merupakan masjid
peninggalan dari Sunan Pakubuwono X di tahun
1838. Kata cipto mulyo berasal dari bahasa Jawa
yang berarti menciptakan suatu kemuliaan di
dunia dan akhirat. Masjid ini berada sebelum
memasuki gerbang menuju makam seorang
pujangga Keraton Surakarta yaitu R.Ng.
Yosodipuro.
Bangunan masjid Cipto Mulyo termasuk dalam
bangunan kuno dengan nuansa Jawa. Desain
masjid dibuat khas Jawa yaitu berbentuk limasan
seperti pendopo. Jika masuk ke dalam masjid
maka akan terlihat pilar masjid yang terbuat dari
kayu jati dan dicat berwarna krem. Masjid ini
didirikan di atas batur dengan tinggi sekitar 75 cm.
Gambar Masjid Ciptomulyo Masjid Cipto Mulyo didirikan di atas lahan seluas
Sumber https://joglosemarnews.com/ 15.750 m2 dengan luas bangunan 230 m2. Pintu
masuk masjid ini menghadap ke arah tenggara.
2. Makam Kebo Kenongo
Makam Ki Ageng Kebo Kenongo di Pengging
berada di sebuah kompleks pemakaman yang
cukup luas, dengan bangunan masjid tak begitu
besar berdiri di sebelah kanan gerbang masuknya.
Pada bagian atas gerbang gapura paduraksa itu
tertulis "Makam Ki Ageng Kebo Kenongo" dalam
huruf Latin. Di kompleks makam seluas 20 x 20
meter tersebut ada 28 nisan. Namun yang tercatat
hanya 16 makam saja. diketahui, 12 makam belum
diketahui identitasnya secara detail. Makam
tersebut diduga masih ada keturunan atau
hubungan dengan Prabu Brawijaya V dan para
pengawal Kerajaan Majapahit.
Gambar Makam Yosodipura
Sumber: https://pariwisatasolo.surakarta.go.id/
44
Sejarah Lokal

