Page 353 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 353
Hening sejenak menyusup di antara frekuensi telepon kami. Lalu,
dengan nada lirih yang nyaris tertelan angin, ia hanya menjawab,
"Ya gimana, kamu udah tahu aku seperti apa."
Jawabannya singkat, namun cukup untuk menciptakan jarak yang
lebar di antara kami. Padahal, di luar sana, gema takbir mulai
bersahutan, menandai malam kemenangan yang seharusnya
penuh kehangatan. Namun, obrolan kami justru terasa begitu
kaku dan hambar, seolah kami adalah dua orang asing yang
dipaksa bicara oleh keadaan.
Ketika Farras berpamitan untuk mandi, aku segera
mematikan sambungan itu, mungkin lebih cepat dari yang
seharusnya. Aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan
debar yang masih tersisa. Meski terasa getir dan dingin,
setidaknya untuk malam ini, suara singkatnya cukup untuk
menambal kepingan dopamine-ku yang sempat hilang ditelan
rindu.
353

