Page 357 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 357

Dua  jam  membelah  jalanan,  kendaraan  kami  akhirnya

          berhenti di mulut sebuah gang sempit. Bapak memarkirkan mobil

          dengan cekatan, memaksa kami melanjutkan langkah kaki sejauh
          seratus  meter  menuju  kediaman  sang  Kyai.  Setibanya  di  sana,

          aroma  ketenangan  menyambut.  Sang  Kyai  beserta  istrinya
          menerima kami dengan hangat, berdampingan dengan sepasang

          tamu lain yang tampak sedang berbincang.

               Paman  mulai  membuka  suara,  mengutarakan  maksud
          kedatangan kami yang jauh-jauh datang dari kota.

          "Ini keponakan saya, ada yang berniat serius meminangnya, tapi

          ia selalu diliputi keraguan. Setiap kali ada lelaki yang mendekat, ia
          selalu menutup diri,"  ujar Paman dengan nada khawatir.

               Bibi  menimpali  dengan  suara  yang  lebih  berat,  "Tolong

          didoakan,  Pak  Kyai.  Kami  takut  ada  seseorang  yang  sengaja
          berbuat jahil kepadanya."

          Jantungku berdegup kencang saat Kyai mulai menanyakan detail

          tentang  Farras,  nama  lengkapnya,  tanggal  lahir,  hingga  tempat
          tinggalnya.  Bahkan  Bibi  menunjukkan  foto  Farras  yang  pernah

          kukirimkan sebelumnya. Aku terpaku dalam diam yang menyiksa.

          Ada  gejolak  rasa  bersalah  yang  hebat  merayap  di  dadaku,
          keluargaku  berjuang  untuk  menyatukan  kami  lewat  doa,





                                                                        357
   352   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362