Page 361 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 361

BAB 71 : KETUKAN KE TUJUH DI PINTU LANGIT


             24 Maret 2026: Saat Rahasia Tak Lagi Menjadi Milik Sendiri


               Sinar mentari pagi baru saja mengintip dari balik tirai kamar

          Mamah saat aku melangkah masuk dengan hati yang bergemuruh.
          Ruangan  ini  selalu  menjadi  muara  dari  segala  resahku.  Seperti

          rutinitas  pagi  yang  sudah-sudah,  sepasang  mata  teduh  Mamah

          menatapku  dan  bibirnya  mulai  menanyakan  satu  nama  yang
          akhir-akhir ini membelenggu kewarasanku: Farras. Kali ini, aku

          tak lagi memiliki daya untuk menghindar. Kutarik napas dalam-

          dalam,  mengumpulkan  serpihan  keberanian  untuk  mengurai
          benang kusut rahasia yang selama ini mencekik batinku sendirian.

          Di hadapan Mamah, bendungan kejujuran itu akhirnya jebol tak
          bersisa. Aku menumpahkan segalanya, tentang realita pahit yang

          disembunyikan, tentang status Farras, dan bayang-bayang masa

          lalunya sebagai seorang duda.
               Aku menanti badai, mungkin sebuah amarah atau rasa kaget.

          Namun, respons yang kuterima hanyalah sebuah kedataran yang
          membekukan darah. Mamah terdiam seribu bahasa. Keheningan

          itu merayap di antara kami, menjelma menjadi belati yang jauh

          lebih  menyiksa  dan  menyayat  daripada  caci  maki.  Gurat
          kekecewaan  di  wajahnya  semakin  pekat  saat  kuceritakan



                                                                        361
   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365   366