Page 365 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 365

Dalam  isak  tertahan,  aku  juga  menguak  lembaran  kelam

          lainnya, tentang kondisi Farras di masa lampau yang sempat rapuh

          hingga  membutuhkan  uluran  tangan  seorang  psikiater.
          Mendengar hal itu, Mamah menghela napas panjang. Dengan sorot

          mata penuh ketulusan, beliau berkata bahwa Farras sejatinya baru
          saja  menemukan  jalan  pulihnya  saat  bersamaku.  Hati  keibuan

          Mamah tiba-tiba dirundung iba, tak sanggup membayangkan jika

          perpisahan ini akan melempar Farras kembali ke titik nadirnya
          yang  paling  gelap.  Samudera  kasih  sayang  Mamah  dan  Bapak

          untuk Farras sungguh melampaui segala batas logika kekecewaan

          mereka.
               Namun, aku buru-buru meyakinkan mereka bahwa untaian

          keputusan ini bukanlah ketetapan impulsif yang lahir dari amarah

          sesaat di satu malam yang buta. Aku telah berulang kali mengetuk
          pintu  langit,  melangitkan  keraguan  lewat  sujud  istikharah

          pertamaku. Dan sungguh ajaib, hanya dalam hitungan hari, Sang

          Pemilik  Hati  menjawab  doaku  melalui  pengakuan  jujur  Farras
          sendiri.  Sebuah  kejujuran  yang  menghancurkan  namun

          membebaskan.  Mendengar  penuturanku,  Mamah  mengalirkan

          kekuatan yang tersisa. Dengan lembut, beliau memintaku untuk
          tidak  lekas  beranjak  dari  sajadahku.  Mamah  memintaku  untuk

          terus  bersimpuh,  menyempurnakan  istikharahku  hingga  tujuh


                                                                        365
   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370