Page 369 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 369

melainkan  pada  kenyataan  bahwa  setelah  sekian  lama  waktu

          berlalu,  nama  Farras  masih  memiliki  kekuatan  magis  untuk

          meremukkan ketenanganku dengan cara yang begitu sederhana.
               Dengan  perasaan  yang  hancur  dan  tak  menentu,  aku

          melempar  tubuhku  ke  atas  sofa  ruang  tamu.  Kurebahkan
          punggungku dalam-dalam, menatap kosong ke arah langit-langit

          seolah mencari celah untuk melepaskan sesak yang menghimpit

          paru-paru. Tak berselang lama, Mamah menghampiriku dengan
          langkah lembut dan mulai membuka percakapan. Aku berusaha

          menyimak,  namun  seperti  kaset  rusak  yang  terus  mengulang

          bagian yang menyakitkan, nama Farras kembali terselip di antara
          tutur kata Mamah. Dengan sorot mata yang tulus tanpa tendensi,

          Mamah bertanya tentang buah tangan apa yang sekiranya pantas

          untuk  kubawakan  dari  Cirebon  nanti  khusus  untuk  Farras.
          Mendengar itu, tanpa ada jeda atau keraguan setitik pun di hatiku,

          aku menjawab dengan suara yang datar dan final, "Tidak usah."

               Ada  desir  perih  yang  menyayat  hatiku  saat  melihat  raut
          wajah Mamah. Wanita yang paling kusayangi itu rupanya masih

          saja setia membela Farras, masih mencemaskan keadaannya, dan

          dengan gigih berusaha merajut kembali tali yang sudah kuputus.
          Mamah  terus  membujukku  untuk  membuka  kembali  lembaran

          usang yang sudah susah payah kututup rapat-rapat. Di mata teduh


                                                                        369
   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374