Page 364 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 364

semula  menggenang  di  mataku  perlahan  membeku,  mengeras

          menjadi kristal-kristal kekesalan yang dingin. Namun, anehnya, di

          sela-sela kemarahan itu, aku merasakan sebongkah beban raksasa
          luruh  dari  pundakku.  Aku  bisa  bernapas  sedikit  lebih  lega.

          Akhirnya, duri rahasia ini tak lagi menusuk dan harus kutanggung
          sendirian.

          "Semua keputusan ada di tanganmu,"     ucap mereka dengan nada

          yang begitu lirih dan tulus, seolah menyerahkan sisa-sisa harapan
          mereka padaku. Orang tuaku tahu betul betapa keras kepalanya

          aku  dulu,  betapa  aku  pernah  bersikeras  menolak  dunia  dan

          menyatakan  tak  menginginkan  pria  mana  pun  selain  Farras.
          Mereka bahkan berbesar hati mengatakan bahwa selama Farras

          mau bertanggung jawab dan aku mampu berdamai dengan semua

          masa lalunya, mereka bersedia menurunkan restu. Namun, kali
          ini, dengan hati yang remuk, aku menggeleng pelan. Keputusanku

          sudah bulat. Aku memilih untuk menyudahi epik ini. Biarlah aku

          menjelma  menjadi  tokoh  antagonis  yang  jahat  di  mata  Farras,
          asalkan badai yang memorak-porandakan ketenangan keluargaku

          ini segera mereda. Aku sungguh tidak sanggup, tak akan pernah

          sudi  membayangkan  bagaimana  orang  tuaku  harus  kembali
          hancur berkeping-keping kala melihat putri kesayangan mereka

          disakiti dengan luka yang sama.


                                                                        364
   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369