Page 368 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 368
notifikasi yang sukses menghentak jantungku. Sebuah pesan
singkat menyapaku, kalimat permohonan maaf klise khas hari
raya, yang disusul dengan janji lugas untuk melunasi utang di
bulan April ini. Miris rasanya, hingga sedetik kemudian aku
sempat tertegun, merutuki kebodohanku sendiri karena harus
menerka-nerka siapa gerangan pengirim pesan ini. Nama Farras
memang sudah lama kuhapus tak bersisa dari daftar kontakku,
dan seluruh jejak percakapan kami sengaja kuendapkan jauh di
dasar arsip paling gelap. Aku murni berharap agar sejarah masa
lalu itu ikut membusuk dan terkubur di sana. Namun, Farras
seolah tak mengizinkanku bernapas lega. Pesan yang sama itu
ternyata ia kirimkan ke kedua nomorku sekaligus, menerobos
benteng pertahanan yang kubangun dengan susah payah.
Aku membeku, membiarkan mataku terpaku pada deretan
huruf di layar bercahaya itu. Kepalaku langsung dipenuhi tanda
tanya yang berdesakan. Apakah pesan basa-basi berbalut momen
suci ini adalah cara Farras untuk menuntaskan rindunya yang tak
berani ia utarakan secara langsung? Ataukah ini murni sekadar
untaian formalitas karena dia takut ditagih untuk menunaikan
kewajibannya?. Alih-alih merasa lega karena persoalan ini akan
usai, sebuah letupan emosi justru membakar rongga dadaku. Aku
marah. Kemarahanku bukan hanya pada deretan pesannya,
368

