Page 359 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 359
yang mengalun lirih. Beliau menekan beberapa titik di
punggungku. Rasanya begitu menyengat dan menyakitkan, hingga
tiba-tiba ia berkata bahwa semuanya telah selesai.
"Hah, cuma begini saja?" batinku bertanya-tanya.
Ada sedikit tawa miris dalam hati. Aku sempat membayangkan
akan menangis histeris atau bereaksi hebat seperti adegan ruqyah
yang sering kulihat di layar televisi. Namun, kenyataannya jauh
lebih tenang. Kami kembali berkumpul, dan Kyai mengonfirmasi
bahwa memang ada energi negatif yang menempel, namun kini
telah dibersihkan. Tak lama, kami pamit karena serombongan
tamu lain telah tiba.
Dalam perjalanan pulang, di bawah langit yang kian
membara dan kemacetan khas Lebaran, pertahananku runtuh.
Aku menceritakan segalanya, semua gangguan gaib yang
kupendam sejak 2021. Keluargaku terperanjat, tak menyangka
bahwa di balik diamku selama ini, ada beban seberat itu yang
kupikul sendirian.
Rasa lapar membawa kami mampir ke sebuah kedai mie
ayam sederhana. Di sana, semangkuk mie hangat dan segarnya es
teler menjadi penawar dahaga di tengah cuaca yang sangat terik.
Sebelum benar-benar kembali ke rumah, kami menyempatkan diri
359

