Page 355 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 355
utama dalam percakapanku. Dengan senyum yang aku usahakan
tetap tenang, aku hanya menjawab singkat bahwa Farras pun
sedang merayakan lebaran bersama keluarganya. Sebuah jawaban
logis untuk menutupi retakan yang sedang kita sembunyikan.
Puncaknya adalah ketika mereka mulai menggoda,
memanggilku dengan sebutan "calon pengantin”. Panggilan yang
biasanya membuat pipiku merona itu, kini justru terasa seperti
sembilu. Aku hanya bisa memberikan senyum getir, senyum yang
mungkin tak sampai ke mata. Aku sadar, beberapa pasang mata di
sana mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin
mereka melihat binar yang meredup atau tawaku yang terdengar
dipaksakan. Di hari yang fitri ini, saat semua orang sibuk
bermaafan, aku justru masih terjebak dalam labirin ego dan
masalah kita yang belum menemui titik terang.
355

