Page 374 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 374
dan persiapan telah disusun dengan senyum bahagia, Farras
justru merobek semuanya dengan sebuah pengakuan. Farras
membongkar semua tabir kepalsuan itu tepat setelah aku
terlanjur tenggelam terlalu jauh di dasar samudra cintanya.
Kepergian Farras tidak hanya menyisakan ruang kosong, tetapi
juga mewariskan trauma yang begitu hebat, serta sebuah beban
moral yang teramat berat dan menghimpit bahuku. Bagaimana
aku harus menjelaskan semua kehancuran ini pada keluarga?
Bagaimana caraku meredam dan menatap setiap ekspektasi
mereka yang telah telanjur diterbangkan terlampau tinggi oleh
janji manis Farras?
Betapa mudahnya bagi Farras untuk melonggarkan
genggaman dan melepaskan semuanya. Mungkin, kemudahan itu
berasal dari fakta bahwa sejak awal mula kita merajut kisah,
Farras sama sekali tidak pernah benar-benar membawaku masuk
untuk menyelami dunianya. Farras tak pernah memberiku ruang
untuk mengenal keluarganya, menyembunyikan diriku dari realita
utuh kehidupannya. Seolah-olah, sejak langkah pertama kita
beriringan, Farras sudah mengetahui ujung dari takdir ini, bahwa
kita memang sepasang anomali yang tidak pernah ditakdirkan
untuk bersanding di akhir cerita.
374

