Page 377 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 377

yang paling getir, langkah kita kini sedang meniti dua garis paralel

          yang tak lagi bersinggungan.

               Hari demi hari kulalui dengan debar antusiasme yang sudah
          lama redup. Aku tidak sabar menunggu kurir mengantarkan paket

          kecil  itu  ke  depan  pintuku.  Khayalku  sudah  melambung  jauh
          menembus awan, membayangkan dengan detail bagaimana logam

          kecil nan indah itu akan melingkar pas di jari manisku, bertindak

          sebagai jimat pengobat rindu yang tak bertuan ini. Namun, ketika
          momen  yang  kunanti  itu  tiba,  ketika  jemariku  dengan  hati-hati

          membuka  paket  itu,  duniaku  seolah  runtuh,  hancur  berkeping-

          keping dalam hitungan detik.
               Logam  dingin  yang  seharusnya  menjadi  simbol  keabadian

          itu tergeletak tak berdaya dalam dua bagian yang terpisah. Patah.

          Ada  rasa  sesak  yang  luar  biasa  hebat,  tiba-tiba  datang
          menghantam ulu hatiku tanpa aba-aba. Pedihnya merayap hingga

          ke pelupuk mata. Rasanya seolah semesta sedang menertawakan

          kenaifanku, mengirimkan sebuah pesan visual yang begitu lugas
          dan menyakitkan: bahwa segala harapan yang kurangkai agar aku

          dan Farras bisa kembali bersatu, nyatanya tidak  pernah sedikit

          pun mendapatkan restu dari penjaga langit.
               Dalam  keheningan  kamar  yang  tiba-tiba  terasa  begitu

          mencekik, aku akhirnya tersadar dari tidur panjangku. Di saat aku


                                                                        377
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382