Page 380 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 380

BAB 75 : JELAGA DI ATAS LINGKAR CINCIN


             28 Maret 2026: Cincin yang Utuh dan Rencana yang Runtuh


               Cincin yang tempo hari retak dan patah itu, hari ini sudah

          kembali utuh. Aku memperbaikinya dengan jemari yang sedikit
          gemetar, sebuah usaha kecil untuk menyatukan kembali apa yang

          sempat terbelah, meski aku tahu, hati tak semudah itu direkatkan.

          Lucu ya, bagaimana sebuah benda mati bisa membuatku merasa
          begitu sentimental. Belakangan ini, perasaanku seperti cuaca yang

          tak menentu, kadang aku luluh dalam tangis yang hebat, namun di

          saat lain, amarah yang menyesakkan dada mengambil alih.
               Malam ini, aku kembali kalah. Air mataku jatuh lagi tanpa

          permisi. Seharusnya, hari ini ada deru mesin Xpander milik Farras
          melaju menuju Cirebon. Seharusnya, hari ini ia sudah sampai di

          Cirebon, menginap sebentar, lalu pagi harinya kita akan tertawa

          sepanjang  perjalanan  pulang  menuju  Jakarta.  Rencana  itu  kini
          hanya menjadi rongsokan memori yang menghantuiku di sudut

          kamar.
               Rasanya,  jariku  sudah  berkali-kali  menari  di  atas  layar

          ponsel,  sangat  ingin  menekan  tombol  panggil  dan  mendengar

          suara Farras. Namun, ketakutan lebih cepat menyergap. Aku takut
          menemukan suaranya yang dingin dan asing. Suara yang perlahan



                                                                        380
   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385