Page 378 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 378
mencoba mati-matian "mengikat" rasa kangen yang beringas ini
melalui sebuah simbol benda mati, Sang Pencipta justru dengan
cara-Nya yang magis menunjukkan betapa rapuhnya ikatan yang
sedang mati-matian kupaksakan ini. Cincin yang terbelah itu
bukan lagi sekadar perkara kelalaian ekspedisi atau kualitas
logam yang buruk, melainkan sebuah metafora takdir yang
menampar keras kesadaranku yang selama ini tertidur oleh ilusi
cinta. Lewat patahan cincin itu, seolah-olah Sang Pemilik Waktu
sedang berbisik dengan nada yang begitu lembut namun teramat
tegas, langsung menyusup tepat di relung telingaku:
"Jangan kau ikat hatimu pada sesuatu yang begitu mudah
patah. Jangan kau gantungkan kebahagiaanmu pada sebuah
hubungan fana yang pada akhirnya hanya akan meninggalkan
goresan luka bernanah, terutama luka bagi Mamah dan Bapak, dua
insan yang begitu tulus mencintaimu melebihi napas mereka
sendiri."
Aku terdiam mematung, menatap nanar kepingan inisial nama
Farras yang kini terbelah menjadi dua. Air mata yang sedari tadi
kutahan akhirnya jatuh juga, membasahi sisa-sisa harapan yang
mulai mengering. Mungkin kesadaran ini benar adanya. Mencintai
Farras dalam diam yang panjang dan jarak yang membentang
adalah satu hal, namun bersikeras memaksakan sebuah ikatan
378

