Page 383 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 383

BAB 76 : FRAGMEN INISIAL F


             29 Maret 2026: Saat Semesta Meminta Seluruh Duka Tertinggal

          di Peron


               Pagi  ini,  Jakarta  memanggilku  kembali.  Tepat  pukul  07.40
          WIB, aku melangkah keluar dari ambang pintu rumah di Cirebon,

          membawa serta seluruh  kenangan yang masih basah. Di jariku,

          melingkar sebuah inisial F, sebuah simbol kecil yang kupikir bisa
          menjadi  kekuatanku.  Namun,  semesta  nampaknya  punya  cara

          yang getir untuk menegurku. Setibanya di stasiun, cincin itu patah

          lagi dan aku langsung mencari kepingan huruf F itu.
                 Tubuhku  seketika  terasa  luruh,  lemas  tak  bertulang.

          Patahnya  logam  kecil  itu  seolah-olah  menjadi  bisikan  lirih  dari
          semesta bahwa ada luka yang harus tertinggal permanen di kota

          ini. Seakan-akan takdir memintaku untuk menanggalkan seluruh

          duka  di  Cirebon  dan  kembali  ke  hiruk-pikuk  Jakarta  dalam
          keadaan  yang  lebih  "sembuh",  meski  nyatanya  jiwaku  masih

          berserakan.
                 Aku  menuliskan  baris-baris  ini  saat  roda  kereta  mulai

          menggilas rel, melaju meninggalkan peron tepat pukul 09.25 WIB.

          Jika waktu berpihak, pukul 12.15 nanti aku akan menapakkan kaki
          di Stasiun Jatinegara. Namun, ada ketakutan yang lebih besar dari



                                                                        383
   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387   388