Page 388 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 388

mata. Entah mengapa, setelah sujud panjangku yang membasahi

          sajadah di keheningan malam tadi, ada sebentuk rasa tenang yang

          diam-diam menyusup ke dalam relung batin. Sebuah kepasrahan
          yang  lembut  memeluk  jiwaku  yang  mungkin  oleh  orang-orang

          sering disebut sebagai ikhlas. Semua terasa lebih lapang, meski
          jauh  di  lubuk  hati  terdalam,  aku  tak  bisa  membohongi  diriku

          sendiri. Jemariku terkadang masih saja bergetar hebat, tertatih-

          tatih menahan ronta keinginan untuk sekadar mengirimkan pesan
          pada Farras.



























                                                                        388
   383   384   385   386   387   388   389   390   391   392   393