Page 385 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 385

bendungan  itu  runtuh  sepenuhnya.  Tangisku  pecah  sehebat-

          hebatnya.  Teman-temanku  berhamburan  masuk,  merengkuhku

          dalam  empati  yang  tulus.  Mereka  membisikkan  kata-kata

          penenang,  memintaku  untuk  berserah  melalui  Istikharah dan
          Tahajud , meyakinkanku bahwa aku adalah perempuan yang kuat.
                 Namun  jujur  saja,  aku  merasa  rapuh.  Sejak  sore  hingga

          malam ini, air mataku tak  kunjung mengering. Kepalaku  terasa

          berdenyut  hebat,  sakit  sekali.  Aku  menyadari  satu  hal  yang
          menyakitkan:  aku  sedang  mengalami  "sakau"  akan  kehadiran

          Farras. Dia adalah dopamin yang membuatku kecanduan, dan kini

          aku dipaksa berhenti secara mendadak. Malam ini, jariku berkali-
          kali  menari  di  atas  layar  ponsel,  ingin  sekali  menekan  tombol

          telepon dan mendengar suaranya. Aku merindukannya sampai ke

          tulang. Namun, di balik kerinduan itu, ada rasa takut yang jauh
          lebih besar. Rasa takut bahwa jika aku mendengar suaramu, luka

          ini tidak akan pernah menutup, dan aku hanya akan berakhir lebih

          hancur dari sebelumnya.











                                                                        385
   380   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390