Page 382 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 382
duri yang ia pasang. Aku memilih mundur sejenak,
membiarkannya bernapas. Kelak, ketika jiwanya sudah lebih
tenang dan langkah finansialnya kembali kokoh, aku berharap
kebekuan ini akan mencair dengan sendirinya.
Sekarang, biarlah aku menempuh jalan yang paling sunyi
namun paling dekat. Aku akan mengetuk pintu langit, menitipkan
nama Farras dalam setiap sujud, dan mendo’akan kebaikannya
dari jarak yang tak terjangkau oleh mata. Aku mencintai Farras
dengan cara membiarkannya tenang tanpa gangguanku.
382

