Page 384 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 384

sekadar  perjalanan  ini.  Beberapa  jam  sebelum  berangkat,  aku

          masih terisak hebat meratapi bayang Farras. Ada ketakutan yang

          menghantui:
               “Bagaimana jika pertahananku yang sudah kubangun susah

          payah ini hancur berkeping-keping begitu aku berada di bawah
          langit yang sama denganmu?.

          Sepanjang perjalanan di dalam gerbong, aku hanya bisa terduduk

          diam, bersembunyi di balik kaca jendela sambil menahan sesak
          yang merongrong dada agar air mata ini tidak tumpah di depan

          orang asing.

                 Pukul 12.40 WIB, aku akhirnya tiba di kost. Teman-teman
          menyambutku dengan hangat, sebuah kontras yang tajam dengan

          dinginnya  perasaanku.  Aku  tak  sanggup  langsung  masuk  ke

          kamarku sendiri karena atmosfernya terlalu sunyi. Aku memilih
          bergabung  di  kamar  Pay  bersama  Ka  Retha,  mencoba  mencari

          distraksi  dalam  kebersamaan.  Mereka  berdua  kaget  melihat

          fisikku yang semakin kurus. Aku mencoba bersikap ceria seperti
          biasanya, namun pertahananku goyah. Di sana, di depan mereka

          tangisku sempat luruh sedikit demi sedikit.

                 Jam  menunjukkan  hampir  pukul  14.00  WIB,  aku
          memutuskan untuk kembali ke kamarku, berniat membasuh diri

          dengan  wudhu  dan  bersujud.  Tapi  tepat  saat  pintu  tertutup,


                                                                        384
   379   380   381   382   383   384   385   386   387   388   389