Page 386 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 386
BAB 77 : DIALOG DI SEPERTIGA MALAM
30 Maret 2026: Tentang Nama yang Riuh dalam Sujud
Dini hari ini, sebelum fajar berani menyapa jendela, aku
memulai sebuah langkah yang terasa begitu berat di dada, namun
niscaya harus kutempuh. Aku bersimpuh, mengetuk perlahan
pintu langit lewat rakaat-rakaat syahdu dalam Tahajud dan
Istikharah. Dalam hening sepertiga malam yang menusuk tulang,
aku menengadahkan tangan, memohon petunjuk dari Sang Maha
Cinta. Aku mencari jawaban di celah-celah kesunyian,
mempertanyakan apakah rindu yang menyayat relung hati ini
hanyalah sebuah kerikil ujian untuk menguatkan pondasi
hubunganku dengan Farras, atau justru sebuah bisikan semesta
yang begitu lembut, merapal pertanda bahwa nama Farras
memang tak pernah diizinkan bersanding dengan namaku di
lembar takdir. Sebagai bentuk penyerahan diriku yang paling utuh,
di hari ini aku pun melabuhkan niat untuk berpuasa. Kucoba
membalut luka-luka yang menganga di dalam dada dengan doa-
doa yang tertahan di kerongkongan, menelan perih bersama
dahaga.
Pagi pun tiba, membawa serta kenyataan yang harus
kuhadapi. Hari ini menjadi penanda gontai langkah pertamaku
386

