Page 390 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 390
sujud Tahajud dan kepasrahan Istikharahku. Jika memang
namanya yang tertulis dalam garis takdir yang Tuhan lukiskan,
aku percaya, sejauh apa pun ia melangkah, ia akan kembali pulang
setelah badai ini mereda.
Semenjak kita memilih jalan masing-masing, malam-
malamku tak pernah lagi tenang. Tidurku kacau, sering kali terjaga
di tengah gulita karena rasa kehilangan yang tiba-tiba datang
menghantam. Aku baru bisa memejamkan mata ketika aku mulai
merajut skenario indah di kepalaku tentang bagaimana kehidupan
kita setelah menikah nanti, tentang hari-hari yang kita lalui
bersama Azell. Hanya dalam imajinasi itulah, duniaku terasa utuh
kembali.
Hari ini aku berpuasa. Tadi, aku berbuka dengan sate padang
dan bakso dari kampus, makanan yang mungkin terasa biasa bagi
orang lain, namun terasa sepi bagiku tanpa kehadiranmu.
Setelahnya, aku duduk di balkon, menatap ke arah bawah,
membayangkan sosok Farras ada di sana menantiku seperti
biasanya. Tak sadar aku terisak kembali, temanku bertanya:
“kamu muter rekaman telepon dari Farras? atau lagi baca history
chat darinya?”
“Ngga” , jawabku singkat menahan tangis.
390

