Page 392 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 392
nama Azell yang kerap kami sebut sebagai pelengkap bahagia.
Mengetahui semua itu kini menguap begitu saja membuatku
merasa nyaris gila. Andai saja ada kejujuran yang ia sampaikan
sejak awal, mungkin luka ini tidak akan sedalam ini, baik bagiku
maupun baginya.
Dulu, berkirim kabar adalah napas kami. Kini, sekadar
melihat namanya muncul di daftar penonton story WhatsApp-ku
saja terasa seperti kemewahan yang hanya bisa terjadi dalam
mimpi.
Sayang, bagaimana kabarmu di sana? Apakah kau baik-baik
saja? Karena di sini, aku merasa hancur tak bersisa.
Aku teringat kembali pada kalimat-kalimat yang sering
kuucapkan saat kami masih bersama,
"Beb, bulan depan kita masih bareng, kan?" atau "Tahun baru 2027
nanti, aku masih bisa merayakannya sama kamu, kan?"
Mungkin, pertanyaan-pertanyaan itu bukanlah sekadar candaan,
melainkan alarm dari alam bawah sadarku yang sudah lebih dulu
tahu, bahwa kebersamaan kami memang tidak ditakdirkan untuk
berumur panjang.
392

