Page 375 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 375

Di  palung  hatiku  yang  lain,  ada  jerit  keputusasaan  yang

          sangat  ingin  menghentikan  siksaan  ini.  Namun,  aku  terus-

          menerus didera oleh bayang-bayang ketakutan:
               “Sampai  kapan  durasi  trauma  ini  akan  terus  menyandera

          kewarasanku?”
          Seluruh sisa energiku telah habis tak bersisa, terkuras pelan-pelan

          hanya  demi  menyelami  tabiat  Farras,  semata-mata  untuk

          membuktikan cintaku pada Farras. Hingga detik ini, aku bahkan
          belum  berani  membayangkan  bagaimana  roda  hari  esok  akan

          sanggup berputar tanpa adanya presensi Farras di sisiku. Akan

          tetapi,  ada  satu  hal  yang  terpateri  pasti  di  sanubariku.  Jika
          pelayaran  yang  melelahkan  ini  benar-benar  harus  karam  dan

          berakhir di sini, maka cara pandang dan standarku akan berubah

          untuk  selamanya.  Di  masa  depan,  aku  tidak  akan  lagi  sekadar
          menjadi pengemis yang mencari butiran cinta, aku akan berdiri

          tegak  menuntut  kejujuran  tanpa  syarat  dan  integritas  yang

          mutlak. Sebab sayatan luka dari Farras ini telah menjadi guru yang
          paling  kejam,  mengajariku  sebuah  kebenaran  absolut:  bahwa

          tanpa fondasi kejujuran, cinta tak ubahnya sebuah istana megah

          yang dibangun di atas kejamnya pasir hisap indah dipandang dari
          kejauhan, namun perlahan akan menelan dan mematikan.




                                                                        375
   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379   380