Page 409 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 409

jengkal perjalanannya menuju kantor, lengkap dengan foto yang ia

          kirimkan. Persis seperti  apa yang  Farras lakukan dulu. Bahkan,

          ketika dia memanggilku dengan sebutan "Cinta", dadaku sesak. Itu
          panggilan yang sama, dari suara yang berbeda. Fakta bahwa dia

          adalah  anak  Jakarta  yang  pindah  ke  Bekasi  saat  SD  pun  hanya
          menambah kemiripan yang menyakitkan.

                                                                      .
               Semalam  dia  meneleponku,  mengajak  video  call Aku
          terpaksa memasang topeng, berpura-pura antusias di depan layar.
          Tuhan,  itu  sangat  melelahkan.  Rasanya  aku  ingin  segera

          mengakhiri  percakapan  itu.  Saat  dia  tak  sengaja  mematikan

          telepon, ada embusan napas lega yang keluar dari paru-paruku.
          Namun,  kegembiraan  itu  singkat  dan  dia  menelepon  lagi.

          Kehadiran  Arwin  tak  lebih  dari  sekadar  metadon  di  saat  aku

          sedang  sakau  hebat  akan  Farras.  Ia  penawar  sementara  yang
          hambar,  karena  aku  tahu  hatiku  tidak  punya  ruang  lagi  untuk

          orang baru.

               Malam  ini  17  April  2026,  jarum  jam  menunjuk  angka
          sembilan. Awalnya, aku berencana pergi menemui "Gembala", ibu

          rohani dari Retha, teman kosku. Retha adalah sosok kakak yang

          luar biasa, penatua gereja yang selalu memelukku saat aku runtuh
          karena  Farras.  Dia  sering  menceritakan  tentang  hikmat  ibu

          rohaninya, hingga aku merasa ingin mencari ketenangan di sana.


                                                                        409
   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414