Page 410 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 410
Walaupun sebenarnya ada rasa takut yang menyelinap, sebuah
tanya yang mengusik nurani:
Apakah aku sedang menyalahi akidah Islamku? Namun, aku
begitu putus asa. Aku hanya ingin berkonsultasi, hanya ingin
tenang. Kadang aku tertawa getir pada diriku sendiri, berpikir,
"Sampai sejauh ini ya aku berjuang hanya untuk sekedar tidak
merasa gila?"
Aku mulai bertanya-tanya, doa seperti apa yang Farras
langitkan hingga aku bisa terjatuh sedalam ini? Dulu, aku adalah
orang yang paling keras menolaknya. Aku bahkan pernah
menangis karena lelah dikejar olehnya. Dan sekarang? Lihatlah
aku, menangisi kepergiannya sampai hampir kehilangan akal
sehat.
"Sholatku rajin, aku selalu doain kamu, Gin," katanya pada
pertemuan terakhir kami.
Kalimat itu terngiang seperti mantra yang mengutuk.
Banyak lelaki datang dengan resume dan masa depan yang jauh
lebih mentereng darinya, tapi mataku buta. Aku bahkan merasa
sedang berselingkuh saat membalas pesan dari lelaki lain. Seolah
hatiku sudah memiliki segel yang hanya bisa dibuka oleh Farras.
Selepas Isya, pesan dari Kak Retha masuk. Detik itu juga,
sebuah dorongan kuat membuatku mengetik balasan untuk
410

