Page 406 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 406

Aneh,  bukan?  Di  saat  sebuah  jawaban  doa  seolah  hadir

          dalam  wujud  yang  begitu  ideal,  batinku  malah  memberontak.

          Barangkali, doa-doa yang dipanjatkan Farras jauh lebih kuat dan
          mengakar di langit sana, hingga frekuensinya mengunci jiwaku.

          Aku  seolah  dikutuk  untuk  tetap  memilihnya,  seorang  lelaki
          dengan segala kekurangannya, lelaki yang justru memberiku luka

          paling dalam.

               Hendri  bukanlah  pria  pertama  yang  mencoba  mengetuk
          pintu  yang  terkunci  ini.  Sebelumnya  ada  Jimmy,  Christoforus,

          Steven,  Ignazio,  hingga  Arizky.  Mereka  datang  silih  berganti,

          menawarkan  pemulihan,  namun  aku  merasa  seperti  sedang  di
          bawah pengaruh hipnotis yang hebat. Energi di sekujur tubuhku

          seolah membangun benteng otomatis. Aku menolak disentuh, aku

          menolak  didekati,  aku  menolak  untuk  jatuh  cinta  lagi.  Sosok
          Farras telah menjadi anomali yang memenuhi seluruh ruang di

          dadaku.

               Hari ini, dalam keletihan karena terus-menerus kalah oleh
          kenangan,  aku  memutuskan  untuk  mencoba  sesuatu  yang

          berbeda. Aku mencoba membuka celah sempit bagi Hendri. Bukan

          karena  rasa  yang  tiba-tiba  tumbuh,  melainkan  sebagai  upaya
          distraksi, sebuah pelarian agar aku tidak kembali terperosok ke

          dalam lubang relapse   yang menghancurkan. Dengan jemari yang


                                                                        406
   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410   411