Page 402 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 402

BAB 82 : POTRET IMAJINER YANG TAK MENEMUI MUARA


             9 April 2026: Gema Relapse di Pertigaan Jalan


               Beberapa  hari  terakhir,  aku  merasa  telah  mencapai  titik

          tenang.  Sebuah  fase  di  mana  aku  mulai  berdamai  dengan
          ketiadaan  Farras  dan  menyerahkan  segala  riuh  di  dada  kepada

          pemilik  semesta  melalui  sujud-sujud  panjangku:  Tahajud,

          Istikharah, hingga Hajat yang tak putus kusuarakan. Air mataku
          sempat mongering. Aku mencoba menyibukkan diri dalam dunia

          fiksi drama Korea atau menyusun rencana masa depan  tentang

          sebuah mobil yang ingin kubeli. Aku pikir, aku sudah menang.
               Namun  pagi  ini,  9  April  2026,  benteng  yang  kubangun

          dengan susah payah itu runtuh seketika. Aku kalah. Aku kembali
          terjebak dalam pusaran rindu yang menyakitkan. Sebuah relapse

          yang tak terhindarkan. Hatiku secara otomatis mencari kebiasaan

          lama, yaitu panggilan telepon di pagi hari. Saat di mana suaraku
          menemani  perjalanan  Farras  membelah  kemacetan  menuju

          kantor, dan ia menemaniku bersiap melangkah ke kampus. Sunyi
          pagi ini terasa begitu memekakkan telinga tanpa deru suaranya di

          seberang  sana.  Di  sela  sujud  Dhuha,  pertahananku  pecah.  Aku

          menangis sesenggukan, mendekap tubuhku sendiri seolah sedang
          mengumpulkan  kepingan  hati  yang  berserakan.  Dengan  tangan



                                                                        402
   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407