Page 400 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 400

sangat bersyukur karena dinding es di antara kami akhirnya retak

          juga.

               Setelah  hampir  sebulan  komunikasi  kita  berdua  mati  suri
          dan terjebak dalam keheningan yang menyiksa, akhirnya malam

          ini kami bisa kembali bertukar tawa. Meski begitu, aku tetap sadar
          diri.  Aku  tahu  ia  mungkin  tak  akan  menjadi  yang  pertama

          mengirim pesan esok hari karena mode defensifnya yang masih

          kokoh  berdiri.  Bahkan,  saat  aku  memberanikan  diri  bertanya
          apakah ada sedikit rindu untukku,  ia hanya terdiam, tak berani

          menjawab, dan justru bersembunyi di balik kalimat, "I’ll fix my life

          dulu sampai Mei."
               Aku harap ia tak lagi merasa kecil di hadapanku. Aku tidak

          ingin  membiarkan  grafik  finansialnya  yang  sedang  turun  atau

          status  masa  lalunya  membuatnya  merasa  tak  layak  bersanding
          denganku. Bagiku, ia tetaplah pusat dari segala rasa. Jika semesta

          memberiku kesempatan seratus kali lagi untuk memilih, aku akan

          tetap  memilih  Farras  tanpa  ragu.  Aku  tahu,  jiwanya  mungkin
          masih  lebam,  mentalnya  sedang  tidak  baik-baik  saja.  Tapi

          melihatnya seantusias ini sudah lebih dari cukup bagiku. Delapan

          menit. Hanya delapan menit aku dan Farras berbincang, namun
          rasanya seperti dosis dopamin yang menyelamatkanku dari rasa

          sakau yang teramat sangat.


                                                                        400
   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405