Page 399 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 399
Aku tiba di rumah saat jarum jam hampir menyentuh angka
setengah sembilan malam. Di bawah guyuran air wudhu yang
dingin, aku mencoba membasuh lelah. Usai menunaikan
kewajiban isya, ada dorongan aneh yang tiba-tiba menyeruak.
Selama ini, rasa rindu selalu kutahan sekuat tenaga,
kusembunyikan rapat-rapat di balik tembok gengsi dan logika.
Namun malam ini, entah karena alasan 'iseng' atau memang hati
yang sudah mencapai batasnya, jemariku bergerak sendiri
menekan tombol panggil itu.
Detak jantungku seolah berhenti sejenak saat hanya dalam
hitungan detik, suaranya sudah menggema di seberang sana.
"Halooo, minal aidzin..." ucapnya dengan nada yang begitu ceria,
begitu bersemangat.
"Alooo!" balasku, tak mampu menyembunyikan binar kebahagiaan
yang membuncah.
Mendengar suaranya yang kembali hidup adalah melodi terindah
yang kudengar bulan ini. Dia bercerita dengan menggebu-gebu
tentang pesawatnya yang baru saja mendarat dari Batam, tentang
peluh yang menetes setelah lari sore tadi, hingga keluhan kecilnya
soal buku yang harus segera diambil di Gramedia. Aku hanya
terdiam, menyesap setiap kata yang keluar dari bibirnya, merasa
399

