Page 398 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 398

BAB 81 : ELEGI SINGKAT DALAM 8 MENIT


             4 April 2026: Presensi yang Menguap Sebelum Detik Terakhir


               Fajar  menyapa  dengan  lembut  di  hari  Jumat  Agung  ini,

          membawa  ketenangan  yang  biasanya  jarang  kutemukan.  Dalam
          benakku, ada satu rencana sederhana namun berarti: aku ingin

          memanjakan diri di sebuah salon di sudut Bekasi. Alasannya klise

          namun  tulus,  aku  ingin  terlihat  paling  cantik  saat  takdir
          mempertemukan  aku  dan  Farras  nanti.  Aku  bahkan  sudah

          membayangkan binar di matanya saat melihatku. Namun, semesta

          nampaknya  sedang  ingin  menguji  kesabaranku.  Tiga  jam  aku
          menunggu di antara aroma sampo dan bising pengering rambut,

          hanya  untuk  mendapati  kenyataan  bahwa  antrean  tak  kunjung
          usai.  Akhirnya,  aku  memilih  untuk  menyerah  pada  keadaan,

          memutar arah menuju Galaxy hanya untuk sekadar mengisi perut

          dan menenangkan kecewa yang sedikit mengusik.
               Dalam perjalanan pulang, aku sengaja melewati ruas jalan

          yang menjadi saksi bisu rutinitas harian Farras.
          “Ya  Tuhan,  ternyata  sepadat  ini  harimu  beb?  Kemacetan  yang

          merayap di bawah terik ini membuatku sadar betapa tangguhnya

          kamu menghadapi riuh dunia setiap harinya” .





                                                                        398
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403