Page 408 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 408
BAB 84 : ADIKSI PADA TUHAN YANG BERBEDA
17 April 2026: Membawa Isak Tahajud ke Pendeta Gereja
Entah bagaimana caraku memulai paragraf ini, karena jujur,
hariku masih terasa seperti labirin yang menyesakkan. Aku masih
kesulitan menerima kenyataan yang porak-poranda ini. Jika boleh
meminjam istilah medis, mungkin otakku sedang berada dalam
fase sakau yang hebat; meronta, menagih kehadiran yang kini
mustahil kuraih.
Tadi malam, di sela hening sepertiga malam, aku kembali
bersimpuh. Dalam tahajud yang basah itu, aku terisak hebat.
Logikaku berteriak dengan lantang agar aku segera berhenti,
namun bibirku seolah kelu. Aku tidak mampu memaksa mulutku
mengeja doa untuk dijauhkan darinya. Lidahku kelu, seakan
terkunci oleh memori yang enggan mati.
Di tengah kehampaan itu, Arwin muncul. Dia teman lamaku
dari Bekasi yang tiba-tiba hadir kembali melalui dering telepon.
Aneh, rasanya seperti ditarik paksa untuk mengulang memori
pendekatan bersama Farras. Aku harus jujur, aku sama sekali tidak
tertarik padanya. Dia bukan tipeku, bukan frekuensiku. Namun,
Arwin gigih. Pesan singkatnya yang tak kugubris tak membuatnya
surut. Setiap pagi, dia selalu menyapa. Dia melaporkan setiap
408

