Page 119 - Master BW_Pengantar Akuntansi untuk Perusahaan Jasa dan Dagang_ok (fix)
P. 119
Bakery itu tidak dapat diakui sebagai persediaan barang dagangan
KOPMA, karena barang tersebut bukan merupakan milik KOPMA.
11.2 Asumsi Aliran Biaya
Terdapat tiga asumsi biaya dalam persediaan, yaitu First-in, First-
out (FIFO), last-in, first-out (LIFO), dan Rata-rata. Berkaitan dengan
asumsi aliran persediaan, sering terjadi kesalahpahaman di kalangan
mahasiswa akuntansi, bahwa FIFO, LIFO, dan rata-rata merupakan
metode untuk memindahkan barang secara fisik dari gudang hingga
kepada tangan konsumen. Asumsi tersebut tidaklah tepat, penggunaan
ketiga asumsi aliran biaya tersebut berkaitan dengan biaya atau harga
perolehan yang melekat pada suatu barang, sehingga pertimbangan untuk
menggunakan salah satu dari metode tersebut bukan karena alasan
kondisi barang melainkan biaya yang mengikutinya. Untuk lebih mudah
memahami aplikasi ketiga metode aliran biaya di atas, perhatikan contoh
di bawah ini.
11.3 FIFO (First-in, First-out) Metode Masuk-Pertama, Keluar-
Pertama
Metode FIFO ini mengasumsikan bahwa barang yang paling awal
dibeli adalah yang pertama dijual. Praktik bisnis yang baik adalah
menjual barang dagangan yang paling lama, namun sekali lagi hal ini
bukan berasumsi pada bagaimana kondisi fisik barang, melainkan pada
biaya yang melekat pada barang itu. Oleh sebab itu, berdasarkan metode
FIFO, biaya barang yang paling awal dibeli adalah yang pertama diakui
dalam menentukan harga pokok penjualan. Misalnya Toko Arjuna
membeli beras merk Lahap 25 kg pada bulan Januari 2023 seharga Rp.
270.000, sementara pada bulan Mei 2023 Toko Lahap membeli barang
yang sama namun dengan harga yang berbeda yakni Rp. 300.000.
108

