Page 24 - gabungan tanpa kajur fix e-Modul Audit 1
P. 24

bahwa tindakan perbaikan yang direkomendasikan benar-benar diimplementasikan dan efektif

               dalam  mengurangi  risiko.  Pemantauan  yang  berkelanjutan  terhadap  tindakan  perbaikan  ini
               membantu  memastikan  bahwa  risiko  dikelola  dengan  baik  dan  bahwa  organisasi  dapat

               mencapai tujuannya dengan lebih baik. Auditor juga dapat melakukan audit tindak lanjut untuk
               mengevaluasi apakah rekomendasi telah dilaksanakan dan apakah ada penurunan risiko yang

               sesuai dengan harapan.

                       Ruang lingkup Risk Based Audit dirancang untuk memberikan fokus yang jelas pada
               area berisiko tinggi, memastikan bahwa organisasi tidak hanya mematuhi regulasi tetapi juga

               proaktif  dalam  mengelola  risiko  yang  dapat  mempengaruhi  operasional  dan  keberlanjutan
               bisnis.



                    C.  Metodologi Audit Berbasis Risiko
                       Metodologi  Risk  Based  Audit  terdiri  dari  serangkaian  langkah  sistematis  yang

               dirancang untuk memastikan bahwa audit berfokus pada risiko yang paling signifikan bagi
               organisasi. Setiap tahap dalam metodologi ini, mulai dari perencanaan hingga tindak lanjut,

               memiliki peran penting dalam menciptakan proses audit yang efektif dan efisien.
                       Langkah pertama adalah Perencanaan, yang merupakan fondasi bagi seluruh proses

               audit berbasis risiko. Pada tahap ini, auditor melakukan penilaian awal terhadap lingkungan

               organisasi  untuk  mengidentifikasi  area  yang  paling  rentan  terhadap  risiko.  Ini  melibatkan
               analisis terhadap proses bisnis utama, pemahaman tentang tujuan strategis organisasi, serta

               tinjauan  terhadap  risiko  yang  telah  diidentifikasi  oleh  manajemen.  Auditor  kemudian
               menggunakan  informasi  ini  untuk  mengembangkan  rencana  audit  yang  terfokus  pada  area

               berisiko  tinggi.  Rencana  audit  ini  mencakup  penentuan  ruang  lingkup,  tujuan  audit,  serta

               alokasi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan audit secara efektif.
                       Setelah perencanaan selesai, auditor memasuki tahap Pelaksanaan, di mana audit yang

               sebenarnya dilakukan. Dalam tahap ini, auditor menggunakan berbagai teknik dan pendekatan
               untuk  mengumpulkan  bukti  yang  relevan  mengenai  pengelolaan  risiko  di  area  yang  telah

               diprioritaskan.  Teknik-teknik  ini  dapat  mencakup  wawancara  dengan  personel  kunci,

               pemeriksaan dokumen dan catatan, serta pengujian langsung terhadap pengendalian internal.
               Auditor juga dapat menggunakan analisis data dan teknik audit berbantuan komputer untuk

               mengidentifikasi  anomali  atau  kelemahan  dalam  proses.  Fokus  utama  selama  pelaksanaan
               audit adalah pada evaluasi efektivitas pengendalian internal dan pengelolaan risiko yang ada,

               dengan tujuan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.



                                                           19
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29