Page 59 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 59
keabuan, glaborous dan keropeng ketika tua; lamina hijau waktu muda, coklat hijau ketika
tua, 3-pinnate/pinnatifid, tersusun triangular, panjang 70 cm, lebar 50 cm, herba keras, rachis
dan vein berbulu, keabuan pada kedua permukaan; pinna 10 pasang, sebagian besar opposite
(alterna), miring ke atas, tersusun oblong, apex acuminate, pasangan pinna di pangkal
terbesar, biasanya panjang 25 cm, lebar 14 cm, bertangkai 1 cm. Pinnule 10-14 pasang.
Ekologi : teresterial, tumbuh di tempat terbuka dan sedikit ternaungi, ditemukan diketinggian
1600 m dan 1800 m
Spesimen : Gunung ungaran, kabupaten semarang Jawa tengah, 15 April 2020
Hypolepis Bernhardi
Rimpang menjalar panjang, kurang lebih ditutupi oleh bulu; daun besar, membelah, sering
straggiling dan membentuk belukar, apex tumbuh tunas baru, berkembang dari setiap pinna
atau pasangan pinna; sorus pada apical vein atau sangat dekat vein, marginal lobe atau leaflet,
umumnya terlindungi oleh lobe kecil tipis dan tereflexi pada lamina dan juga oleh pokok
indusium yang terpisah.
Deskripsi:
Rimpang menjalar, terdapat bulu akar
banyak, stipe beralur di adaxial, coklat
kemerahan, panjang 38 cm, gundul,
lamina 3-pinnate hingga 4-pinnatifid,
deltoid, panjang 60 cm, lebar 50 cm,
pinna bawah terlebar, apex acuminate,
pangkal truncute; pinna terbawah
panjang 25 cm, lebar 10 cm, pangkal
truncate, apex acumintem lebe bergerigi,
sessile apex acuminate, vein – vein
tunggal, sorus di sinus lobe.
Gambar 5.22. Hypolepis sp Ekolologi : teresterial, tumbuh di
tempatterbuka, ditemukan di ketinggian
500, 600, 700, 1000 mdpl. Spesimen : Hutan penggaron, kabupaten semarang jawa
tengah, 14 februari 2020.
58

