Page 56 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 56
Adiantum trapeziforme L
Gambar 5.18. Adiantum trapeziforme L.
Frond bipinnate, tinggi mencapai 100 cm, stipe dan rachis hitam, permukaan glabrous. Sisik
pada rhizome kuning ± 2 mm lanset, tepi bagian apikal spinous. Jumlah pinna > 3 per frond.
Pinnula steril dan fertil memiliki bentuk dan ukuran sama, bentuk trapesium, panjangnya ± 4
cm, tepi basiscopic entire, acroscopic berlobus, pertulangan daun dikotom, jumlah pinnula 5 -
6 pasang per pinna. Sori marginal, terputus – putus pada acroscopic pinnula fertil, pada
bagian dalam indusium palsu; berbentuk lembaran pendek, permukaan glabrous. Sporangium
berisi 64 spora homospora, spora triplet, glabrous, tanpa pesipor, kuning terang, apertura
triradiat.
Ekologi : Teresterial dan Tumbuh di ketinggian 800 mdpl
Spesimen : Hutan penggaron, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa tengah, 14 Februari 2020
Adiantum hispidulum
Tumbuh dalam jumbai atau rumpun di daerah tertuup
, tumbuh teresterial, daun – daunnya muncul dari
rimpang rumpun pendek yang gelap. Panjang batang
gelap mencapai 45 cm, daun – daun itu dibagi
menjadi pinnae segitiga atau elips panjang dan
pendek sempit, masing – masing dibagi lagi menjadi
pinnules, berbentuk kipas yang berukuran kecil.
Setiap pinnule memiliki 1 hingga 20 sori di sepanjang
margin bawahnya. Ketika muda tumbuhan jenis ini
Gambar 5.19. Adiantum hispidulum
memiliki warna merah muda sebelum matang ke
dedaunan hijau gelap.
Ekologi : Teresterial di ketinggian 1800 mdpl
Spesies : Gunung Lawu, Kabupaten karangayar, Provinsi Jawa tengah, 05 Februari 2020
55

