Page 52 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 52
Diplazim symplicivianum
Teresterial, rimpang menjalar hingga
tegak, daun monomorfik, selalu hijau,
stipe ½ hingga sama panjang daun,
pangkal memiliki bonggol; lamina
oblong – oblong – lanceolate hingga
deltate, tunggal hingga 4 –
pinnate/pinnatifid, bertahap mengecil
dari distal ke apex punnatifid,
herbaceous hingga tipis tidak
berdaging, pinna tidak menyambung
dengan rachis, margin rata, crenulate
atau serrate, pinna proximal sessile,
Gambar 5.14. Diplazim symplicivianum sama sisi atau tidak sama; adaxial costa
beralur dalam, alur menyamung dengan rachism
abaxial gundul, linear hingga ovate, vein – vein bebasm tunggal atau bercabang, atau
pasangan vein yang berdekatan dibagian pangkal anastomosing, sorus tuggalm atau
berpasangan di vein, oblong hingga linear, lurus atau agak falcate, indusial linier, lateral
bersentuhan, sporangium kecoklatan, umumnya bersayap.
8. Famili Blechnaceae
Kebanyakan terrestrial, terkadang menempel di batu atau epifit, rimpang menjalar hingga
sedikit tegak atau melengkung, memanjat, ramping hingga kokoh, dictyostelic, bersisik, daun
monomorfik hingga dimorfik, besar atau kasar, umumnya hingga 30 cm hingga lebih dari 100
cm, stipe tidak tersambung, umumnya tersusun lebih dari 2 jaringan pembuluh dalam
lengkungan,bersisik di pangkal, lamina kemerahan ketika muda, pinnatifid hingga pinnate –
pinnatifid atau 2-pinnate, gundul atau terkadang bersisik atau berkelenjar capitate, rachis
sering beralur di adaxial, vein – vein di daun steril bebas, vein – vein di daun fertil tergabung
ke dalam sorus, terdapat vein sekunder parallel ke costa atau costule, sors memanjang
sepanjang vein sekunder, indusial ada, terbuka sepanjang sisi margin vein, tersembunyi oleh
sporangim, spora mololete, bentuk hati.Frond pinnate, pangkal stipe bersisik. Sori di kedua
sisi tulang daun utama dari pangkal sampai hampir ke ujung pinna (pericostal), dilindungi
indusium, atau tersebar di seluruh permukaan abaksial pinna fertil, tanpa indusium.
51

