Page 50 - eModul Bhs Indonesia
P. 50
profesionalisme, keteraturan, dan kejelasan dalam
komunikasi. Dalam dunia akademik, profesional, maupun
informal, pemahaman dan penerapan kaidah ini menjadi
syarat utama untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas.
Sebaliknya, penggunaan kaidah yang keliru dapat
menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan menurunkan
kredibilitas penulis.
Pada Bab 3 ini, kita akan mempelajari dua aspek
utama: pemakaian huruf kapital dan huruf miring, serta
penggunaan tanda baca. Huruf kapital digunakan untuk
memberikan penekanan pada elemen penting, seperti nama
diri, gelar, atau awal kalimat, sedangkan huruf miring
sering digunakan dalam penulisan istilah asing, judul buku,
atau penegasan kata. Sementara itu, tanda baca seperti titik,
koma, tanda tanya, atau tanda seru membantu menciptakan
kejelasan dan ritme dalam teks, menjadikannya lebih
mudah dipahami.
Penguasaan kaidah bahasa ini merupakan langkah
awal untuk menulis dengan baik dan benar. Dengan latihan
dan praktik yang konsisten, mahasiswa diharapkan mampu
menerapkan aturan-aturan ini dalam tulisan mereka, baik
dalam konteks akademik maupun profesional.
MATERI
Penulisan huruf kapital dan huruf miring dalam
Bahasa Indonesia memiliki aturan yang sudah diatur
dengan jelas dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia (PUEBI). Huruf-huruf ini tidak hanya berfungsi
sebagai elemen visual dalam teks, tetapi juga memainkan
peran penting dalam memberikan penekanan,
menunjukkan hierarki informasi, dan menandai elemen
khusus dalam sebuah tulisan.
Huruf kapital biasanya digunakan untuk
menandai hal-hal penting dalam teks, seperti nama diri,
awal kalimat, atau unsur-unsur tertentu yang memiliki
42