Page 51 - eModul Bhs Indonesia
P. 51
makna khusus. Penggunaannya tidak hanya membuat
tulisan lebih terstruktur, tetapi juga membantu pembaca
mengenali elemen penting dengan lebih mudah. Misalnya,
nama tempat, gelar, atau judul sebuah karya harus ditulis
dengan huruf kapital agar terlihat jelas perbedaannya dari
bagian lain dalam teks.
Di sisi lain, huruf miring sering digunakan untuk
memberikan penekanan tambahan atau untuk menandai
elemen-elemen tertentu dalam tulisan, seperti istilah asing,
nama buku, atau judul karya seni. Pemakaian huruf miring
ini membantu menciptakan variasi visual dalam teks,
sehingga pembaca dapat dengan mudah mengenali elemen
yang dimaksud.
Pemahaman dan penerapan pemakaian huruf
kapital dan huruf miring secara tepat mencerminkan
kemampuan seseorang dalam menulis dengan baik dan
benar sesuai dengan kaidah bahasa. Dalam bagian ini, kita
akan mempelajari secara rinci aturan penggunaan huruf
kapital dan huruf miring, dilengkapi dengan contoh-contoh
untuk memperjelas penerapannya dalam berbagai jenis
teks.
A. Pemakaian Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan untuk menandai elemen-
elemen tertentu dalam sebuah kalimat. Berikut adalah
aturan umum penggunaannya:
o Huruf pertama dalam kalimat.
Contoh: "Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional."
o Huruf pertama nama orang, tempat, atau lembaga.
Contoh: "Siti pergi ke Jakarta untuk menghadiri
seminar di Universitas Indonesia."
o Awal kata pada gelar, pangkat, atau jabatan yang
diikuti nama orang.
Contoh: "Presiden Joko Widodo akan menghadiri
acara tersebut."
43