Page 53 - eModul Bhs Indonesia
P. 53
membaca sesuai dengan ritme yang diinginkan oleh
penulis.
Dalam komunikasi tertulis, tanda baca memainkan
peran vital karena menggantikan elemen-elemen nonverbal
yang ada dalam komunikasi lisan, seperti intonasi, jeda,
dan ekspresi wajah. Sebuah kalimat tanpa tanda baca dapat
menimbulkan salah tafsir atau bahkan kehilangan
maknanya. Sebagai contoh:
"Mari makan, teman!" memiliki arti ajakan untuk makan
bersama.
"Mari makan teman!" tanpa tanda koma, mengubah arti
menjadi ajakan yang tidak masuk akal.
Sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia (PUEBI), tanda baca memiliki kaidah tertentu
yang harus dipatuhi dalam penulisan. Penguasaan terhadap
tanda baca tidak hanya mendukung kejelasan komunikasi,
tetapi juga menunjukkan kedisiplinan dan profesionalisme
penulis. Dalam dunia akademik, profesional, maupun
informal, penerapan tanda baca yang tepat menjadi salah
satu aspek penting dalam menghasilkan tulisan berkualitas.
Pada bagian ini, kita akan membahas beberapa
tanda baca utama, seperti titik (.), koma (,), tanda tanya (?),
tanda seru (!), titik dua (:), dan tanda petik (“ ”). Setiap
tanda baca memiliki fungsi spesifik yang harus dipahami
dan diterapkan sesuai konteks. Memahami aturan
penggunaan tanda baca akan membantu mahasiswa
menyusun teks yang jelas, terstruktur, dan sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia.
1. Titik (.)
Tanda titik digunakan untuk mengakhiri kalimat berita.
Contoh: "Dia pergi ke pasar."
Setelah singkatan nama atau gelar.
Contoh: "Prof. Dr. Bambang."
Tidak digunakan pada singkatan yang terdiri atas huruf
kapital.
45