Page 40 - Linguistik Forensik
P. 40
2. Tahap Persidangan
Linguistik forensik juga memiliki beberapa fungsi dalam tahap ini,
antara lain untuk (1) menganalisis bukti bahasa yang diajukan di
pengadilan untuk menentukan keaslian, makna, dan relevansinya
dengan kasus, (2) menganalisis kesaksian saksi untuk
mengidentifikasi potensi bias, kebohongan, atau inkonsistensi, (3)
menganalisis transkrip percakapan atau persidangan untuk
mengidentifikasi makna tersembunyi, sarkasme, atau ironi, dan (4)
memberikan kesaksian ahli di pengadilan untuk menjelaskan temuan
linguistik dan implikasinya terhadap kasus.
3. Tahap Banding
Dalam tahap banding, linguistik forensik berfungsi untuk (1)
Menganalisis putusan pengadilan untuk mengidentifikasi potensi
kesalahan linguistik yang dapat mempengaruhi hasil kasus, (2)
membantu dalam penyusunan permohonan banding dengan
mengidentifikasi argumen linguistik yang mendukung pembatalan
putusan pengadilan, dan (3) menganalisis bukti linguistik baru yang
diajukan dalam proses banding untuk menentukan relevansinya
dengan kasus.
4.2 Metode Penyediaan Data
Sebelum data disediakan, data harus terlebih dahulu
dikumpulkan. Dalam tahap pengumpulan data ini, pertama sekali
dilakukan dengan membuat daftar jenis data primer dan sekunder yang
akan dipakai dalam kajian. Pengumpulan sumber data primer pada
kajian linguistik forensik dapat berupa sumber data tertulis seperti draf
32