Page 43 - Linguistik Forensik
P. 43
d. Menemukan data pembanding (jika diperlukan) yang
teridentifikasi sumbernya (bukan anonim) dapat berupa rekaman
suara tersangka yang telah ditahan atau masih dalam buronan
atau berasal dari korpus data kebahasaan, jika dalam transkripsi
itu dijumpai katakata yang mengandung unsur register, dialek,
atau unsur bahasa (daerah) tertentu.
2. Penyediaan Data Bahasa Tulis
Seperti halnya dalam penyediaan data bahasa lisan, penyediaan
data sampel bukti dugaan terjadi tindak kejahatan yang berupa data
bahasa tulis pun biasanya sudah disediakan oleh pihak penegak
hukum atau pihak yang berkepentingan untuk memanfaatkan hasil
analisis linguistik forensik. Oleh karena itu, langkah berikutnya yang
dilakukan oleh ahli linguistik forensik adalah:
a. Mengidentifikasi ujaran-ujaran yang disengketakan, yang dalam
tahap ini ahli linguistik forensik mengidentifikasi hasil transkripsi
rekaman itu atas ujaran-ujaran yang mengandung unsur tindak
kejahatan dan jenis kejahatan apa (penistaan agama, ancaman
pembunuhan, permintaan tebusan, penipuan dan lain-lain.) yang
dapat diindentifikasi dari ujaran tersebut;
b. Memastian keaslian data, jika diketahui terdapat banyak versinya
atau terdapat kejanggalan waktu penulisan antara satu versi
dengan versi lainnya atau kejanggalan waktu penulisan yang
tertera dalam catatan yang menjadi sampel bukti kebahasaan
(anonim);
c. Menemukan data pembanding (jika diperlukan) yang
teridentifikasi sumbernya (bukan anonim) yang dapat berupa
35