Page 39 - Linguistik Forensik
P. 39
BAB IV
METODE LINGUISTIK FORENSIK
4.1 Tahapan dalam Kajian Linguistik Forensik
Salah satu tujuan kajian linguistik forensik adalah untuk
menerapkan prinsip-prinsip ilmiah pada sampel kebahasaan untuk
penegakan hukum. Untuk mencapai tujuan ini, kajian linguistik forensik
mengikuti tahapan seperti dalam kajian ilmiah pada berbagai bidang
ilmu. Tahapan pertama adalah penyediaan data, dan tahapan kedua
adalah analisis data. Untuk menyelesaikan kedua tahapan ini, kajian
linguistik forensik menggunakan metode dan teknik yang berbeda, yang
dapat ditemukan di berbagai kasus yang akan dikaji. Menurut Olsson
(2008), pengetahuin linguistik forensik dapat dimanfaatkan
dimanfaatkan dalam bberapa proses hukum, yang terbagi dalam 3 tahap,
yakni:
1. Tahap Investigasi
Pada tahap ini, lingusitik forensik memiliki beberapa fungsi, antara
lain untuk (1) menganalisis teks ancaman untuk mengidentifikasi
potensi pelaku, maksud, dan tingkat risiko, (2) menganalisis
percakapan antara saksi, korban, tersangka, atau pihak lain untuk
mengidentifikasi inkonsistensi, kebohongan, atau tanda-tanda
manipulasi, (3) Menganalisis dokumen seperti surat, email, catatan,
atau laporan untuk mengidentifikasi pemalsuan, penipuan, atau
plagiarisme, dan (4) menganalisis pesan instan, email, file komputer,
atau bukti digital lainnya untuk mengidentifikasi pola, fitur, atau
makna yang relevan dengan kasus.
31